aretí

 aretí

Saat ini dunia sedang dilanda pandemi virus Corona. Virus ini bermutasi dari kota Wuhan di China dan menyebar ke seluruh penjuru dunia. Sadarkah kalian jika telah begitu banyak penemuan yang dapat mengatasi dan menangani masalah terkait kehidupan di masa pandemi, misalnya seperti masker berteknologi tinggi, aneka ragam face shield, beragam alat pelindung diri, sampai pada makanan dan minuman yang dapat meningkatkan imunitas. Lantas, pernahkan kalian membeli produk tersebut lalu melihat petunjuk penggunaan produk atau petunjuk perawatan produk? Jika ya, maka sebetulnya itu adalah hal yang harus dilakukan pengguna produk agar produk yang mereka pakai tidak cepat rusak atau dapat bertahan lama.

 

Tidak hanya penemuan berupa metril, kebijakan pun menjadi terbaharui di masa pandemi ini. Misalnya menjaga jarak, menghindari kerumunan, memberlakukan WFH (work from home), dan kebijakan sekolah online. Nah… kita merupakan salah satu pihak yang melakukan kebijakan-kebijakan tersebut!

 

Kegiatan belajar mengajar yang semula dilakukan secara luring harus menyesuaikan menjadi format daring. Hal tersebut bertujuan untuk menekan angka penularan covid, dimana sekolah merupakan salah satu tempat yang berpotensi tinggi menularkan virus dan bakteri. Keputusan ini menghasilkan beberapa aspek pro dan kontra diantaranya,

 


           Keberlangsungan kegiatan belajar mengajar secara daring ini akan dipertimbangkan kembali oleh pemerintah untuk tindakan lanjut, mengingat bahwa kegiatan belajar mengajar daring sudah berlangsung cukup lama. 



APD tidak diklaim dapat membuat kita terhindar dari berbagai macam virus dan bakteri, tetapi perilaku dan tindakan kitalah yang akan menentukan kesehatan kita di masa pandemi ini.


Masih ingatkah teman-teman dengan pembelajaran mengenai wawasan nusantara? Ya, telah disebutkan bahwa setiap WNI wajib mempertahankan dan menjaga wilayah Indonesia dari ancaman hingga gangguan dari pihak mana pun, baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satu faktor dalam menyukseskan kebijakan dan keputusan-keputusan ini adalah kemampuan masyarakat hingga keadaan alam. Kemampuan dan kondisi masyarakat berkaitan dengan tingkat pendidikan hingga kepekaan mereka terhadap norma dan aturan-aturan yang berlaku.



Tidak heran bila statu wilayah dinyatakan zona hitam atau zona hijau karena kepatuhan dan kepekaan masyarakatnya akan kesehatan dan pentingnya memberlakukan protokol kesehatan. Tidak berhenti disitu, kelompok masyarakat yang telah menanamkan pikiran "jauh dari zona hitam" ikut menyepelekan kebijakan dan aturan ini, sehingga membuat virus dan penyakit lainnya dapat tersebar secara cepat. Maka dari itu, tidak hanya dalam rangka melindungi diri, kita juga harus berupaya menyukseskan setiap kebijakan yang diberlakukan untuk melindungi negeri kita dari ancaman berbagai macam virus dan bakteri.


Selain mempertahankan wilayah Indonesia, pengembangan kehidupan bersama guna memajukan kehidupan masyarakat yang sama, serasi, selaras, dan setara merupakan salah satu fungsi wawasan nusantara agar masyarakat menerima dan memproses informasi dengan baik dan merata. Sehingga masyarakat dapat berkembang secara merata dan selaras ditengah keanekaragaman masyarakat.


Perkembangan ini juga memengaruhi pengetahuan masyarakat mengenai banyak hal seperti pengetahuan mengenai teknologi dan informasi, metode-metode perkembangbiakan tumbuhan dan hewan unggul, dan lain-lain. Rasio perbandingan antara perkembangan peradaban bangsa Indonesia dengan peradaban bangsa lainnya, terutama pada bidang agrikultural dan sumber daya pendapatan alam, salah satu contohnya yaitu pada kingdom fungi dan plantae, negara Indonesia masih bergantung pada industri penghasilan ekonomi negara lain. Negara maju dan negara industri ini telah menggunakan teknologi yang efisien pada penemuan dan penggunaan sumber daya yang mereka peroleh. 



            Perkembangan mikologi dan botani di Indonesia terbilang tertinggal. Indonesia merupakan negara beriklim tropis maka ada banyak spesies fungi dan plantae yang tumbuh diberbagai macam ekosistem di negara terutama di hutan, hanya saja antusias dan informasi yang berkaitan dengan penelitian fungi dan plantae di Indonesia kurang. 


            Penelitian jamur di Indonesia sudah mulai sejak abad 20an sampai sekarang. Salah satu contoh dari penelitian jamur yang paling investigatif di Indonesia yaitu jamur tiram putih (pleurotus ostreatus) dan salah satu contoh plantaenya ada kunyit (genus curcuma), tadinya jamur diklasifikasikan dalam kingdom tumbuhan atau plantae lalu dispesifikasikan ke dalam kingdom fungi karena jamur tidak memiliki klorofil dan tidak berfotosintesis.


Indonesia masih mengandalkan sistem pengimporan inovasi alat dan bahan dari negara lain, sementara negara Indonesia telah diberi kekayaan alam yang berlimpah. Tenaga penelitian dan penemuan masih kurang menjanjikan kualitas hasil. Beberapa contoh produk impor berupa fungi dan plantae yang masyarakat Indonesia sering manfaatkan antara lain,


(fungi)

(plantae)

Gandum merupakan salah satu bahan pangan yang diimpor dari Australia. Terbayang sudah jika Indonesia terus menerus bergantung pada bahan pangan impor Australia ini. Meskipun tarif bea masuk gandum saat ini hanya 5% Indonesia tetap harus mencoba untuk memproduksi bahan pangannya sendiri. Tarif bea masuk gandum sebelumnya adalah 0% (2008) , sedangkan sekarang 5%, bagaimana dengan tahun-tahun yang akan datang jika dilihat dari pendapatan per kapita negara?


Indonesia tidak hanya mengandalkan impor dari negara luar, Indonesia juga mengekspor dedak gandum yang kabarnya rutin hampir tiga kali tiap pekan ke Tiongkok. Sebanyak 21 unit kontainer atau setara dengan 488,5 ton dedak gandum diekspor ke Tiongkok. Dikabarkan bahwa harga dedak gandum adalah Rp3.000 - Rp4.000 per kilo. Jika dihitung, Indonesia akan mendapatkan kurang lebih Rp146.400.000 setiap pengiriman. Angka tersebut bukanlah angka yang besar jika dibandingkan ketika masyarakat Indonesia mencoba untuk berupaya agar tidak selalu bergantung pada negara lain.


Jika dibayangkan beginilah, rute pengiriman impor dan ekspor Indonesia dengan negara lain.


 Rute pengiriman tersebut telah berbentuk vektor berdasarkan aturan jajar genjang dengan titik pusat O (0,0), A (-1,5), dan B (3,-3). Vektor tersebut juga menunjukkan sebuah segitiga siku-siku dengan besar sudut 37 derajat, besar sisi 3, 4, dan 5 (pada AO + OB). Jika besar vektor dan besar sudut cot 37 derajat pada trigonometri secara bersamaan maka didapatkan hasil sebagai berikut,


(vektor)

(trigonometri)

Selain dalam menghitung sudut pada sebuah segitiga yang tertera, trigonometri juga dimanfaatkan dalam bidang navigasi. Misalnya sistem navigasi antara satu pesawat dengan pesawat lainnya ketika keduanya sedang mengudara.


Itulah mengapa sangat penting untuk memiliki kesadaran diri juga kepekaan terhadap alam dan kondisi sekitar kita, karena sebetulnya segala mahkluk hidup memiliki hubungan yang erat antara satu dengan yang lainnya, terutama alam.


Demikian sedikit pemaparan materi mengenai aretí (kebajikan) kehidupan. Kami menyadari bahwa halaman blog pembelajaran ini masih memiliki banyak kekurangan, maka dari itu saran dan kritik sangat kami harapkan dan hargai. Termin kasih!









Komentar